Oleh: Priska Natalia (07120015)
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Qs. Al Qashash Ayat 73
"Dan
karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu
beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari
karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya."
Setiap
kita pasti mengenal dan lekat sekali dengan aktivitas tidur. Tapi tak
semua kita bisa memanfaatkan aktivitas tersebut dengan semaksimalnya.
Tidur menurut Kaplan dan Sadock adalah keadaan organisme yang teratur,
berulang dan mudah dibalikkan yang ditandai oleh relatif tidak bergerak
dan peningkatan besar ambang respon terhadap stimuli eksternal relatif
dari keadaan terjaga. Sedangkan menurut Kamus Kedokteran Dorland, tidur
merupakan periode istirahat untuk tubuh dan pikiran, yang selama masa
ini kemauan dan kesadaran ditangguhkan sebagian atau seluruhnya dan
fungsi-fungsi tubuh sebagian dihentikan. Tidur juga sudah dideskripsikan
sebagai status tingkah laku yang ditandai dengan posisi tak bergerak
yang khas dan sensitivitas reversibel yang menurun, tapi siaga terhadap
rangsangan dari luar.
Sebenarnya,
luar biasa sekali mekanisme tubuh kita terhadap tidur ini. Mungkin
sering tidak kita sadari, karena kita hanya menganggap tidur sebagai
aktivitas terakhir penghilang lelah. Namun kadang, kita juga pernah
merasakan begitu lelah setelah bangun tidur. Apakah yang terjadi
sebenarnya?
Jauh
sebelum penelitian tentang tidur, nabi Muhammad SAW telah memberikan
cara-cara tidur yang rinci pada umatnya. Mulai dari hal-hal apa saja
yang sebaiknya dilakukan sebelum tidur, bagaimana posisi tidur, kapan
tidur yang efetif sampai berapa lama tidur yang dianjurkan.
Sebenarnya,
aktivitas tidur adalah aktivitas personal yang spesifik karena
kebutuhan akan tidur memiliki perbedaan pada masing-masing orangnya. Hal
itu dipengaruhi juga oleh faktor usia, pekerjaan dan emosi. Dan
ternyata dari hasil penelitian, orang yang beraktvitas dengan otak
memerlukan tidur relatif lebih banyak dari orang yang beraktivitas
dengan fisik.
Tidur
mempengaruhi aktivitas metabolisme tubuh dan merangsang proses
penyerapan. Maka tak heran kalau tidur terlalu lama itu dapat
menyebabkan badan malah bertambah lesu karena tubuh kita melakukan
penyerapan / penarikan zat limbah hasil metabolisme lagi. Karena itu di
butuhkan pola tidur yang teratur sehingga tubuh kita bisa mengetahui
kapan waktunya tidur, kapan waktunya untuk bangun.
Contoh
terbaik dari metode ini ialah seperti yang dilakukan oleh Rasulullah
Muhammad SAW. Rasulullah SAW tidur tidak terlalu malam, lalu bangun
beberapa saat setelah lewat tengah malam untuk melakukan shalat tahajud,
kemudian esok hari ketika menjelang tengah hari beliau tidur sejenak.
Dihadis lain dijelaskan bahwa:
“Bahwasanya
Rasulullah shallallahu ‘allaihi wasallam membenci tidur malam sebelum
(sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat)
setelahnya.” [Hadist Riwayat Al-Bukhari No. 568 dan Muslim No. 647 (235)
Jadi,
selain tidur pada malam hari yang memang sudah ditetapkan sebagai waktu
istirahat, Rasullullah juga menganjurkan untuk tidur sebentar pada saat
siang hari. Kebiasaan ini terlihat sepele, tapi sebenarnya besar
artinya bagi tubuh, kosentrasi dan kinerja setengah hari berikutnya.
Sayangnya, kebanyakkan orang pada masa sekarang sering melupakannya
dengan berbagai alasan, mulai dari efektivitas hingga dianggap sebagai
bentuk kemalasan. Padahal, tidur siang mengandung rahasia yang jauh dari
prasangka seperti itu.
Tengah
hari adalah masa paling sesuai untuk tidur sekejap karena sistem dalam
tubuh manusia secara biologis efektif dalam memanfaatkan fase rehat atau
tidur pada waktu ini. Fase ini disebut sebagai midafternoon quiescent
phase atau secondary sleep gate. Tokoh yang menggalakkan tidur pada
tengah hari adalah Dr. William A. Anthony dan Camille W. Anthony, Ph.D,
pengarang buku The Art Of Napping At Work.
David
F. Dinges dan Rober J. Broughton sependapat dengan kedua tokoh diatas.
Penelitian yang mereka lakukan menunjukan bahwa mereka yang secara rutin
tidur 30 menit pada waktu tengah hari mempunyai resiko mengidap
penyakit jantung 30% lebih rendah jika dibandingkan yang tidak memiliki
kebiasaan tersbeut.
Lalu
berapa lamakah sebaiknya kita terlelap di siang hari? Jawabannya
sederhana, tergantung kualitas tidurnya. Dengan kata lain, bukan karena
lamanya tidur, tidur seseorang dikatakan berkualitas. Kualitas tidur
ditentukan oleh tercapai tidaknya kedalaman tidur, yang dalam bahasa
sehari-hari dinyatakan dengan lelap atau nyenyak. Kita cukup jeda tidur
siang setengah jam jika benar-benar penuh lelap tertidur. Artinya, fase
tidur REM (Rapid Eyes Movement), sama bagus dan seimbang dengan fase
tidur NREM (Non-Rapid Eye Movement).
Tidur
sendiri terdiri dari lima tahap. Tahap 1 dan 2 adalah pengantar menuju
tidur. Ada orang yang menempuhnya dengan bersusah payah, ada pula yang
begitu kepala bertemu bantal sudah menempuh tahap ini. Tahap berikutnya,
tahap 3 dan 4, adalah fase tanpa mimpi, dikenal sebagai fase NREM. Pada
fase inilah terjadi perbaikan memori dan pembaruan molekul pembelajaran
di otak. Inilah fase yang penting bagi tubuh. Karena itulah disebut
deep sleep jika fase ini ditempuh lebih maksimal.
Tahapan
terahir, tahap 5, adalah fase REM, yang umum dikenal dengan dreaming
time, saat kita bermimpi. Masalahnya fase NREM berlangsung lebih singkat
daripada fase REM. Perlu pembiasaan diri untuk menyeimbangkannya agar
tercapai tidur yang berkualitas.
Akan
tetapi, kondisi tidur siang berbeda untuk anak-anak. Tidur siang bagi
anak-anak membantu memacu tinggi badan, oleh karena selama tidur (siang)
pengeluaran hormon pertumbuhan (growth hormone) terpacu pula. Sehingga
porsi tidur siang ada anak-anak lebih besar dari orang dewasa.
Jadi,
tidur yang penting tidak hanya tidur dimalam hari, tapi juga rehat
ketika siang hari itu sangat diperlukan oleh tubuh kita. Sekali lagi,
kebiasaan tidur siang yang baik adalah berkaitan dengan kualitas,
sehingga 30 menit sangat cukup untuk itu.
Kemudian untuk tata cara sebelum tidur dan saat tidur sudah diajarkan oleh Rasullullah SAW sejak dulu, seperti dalam hadis nya:
“Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)
“Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam apabila tidur meletakkan tangan kanannya
di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395,
Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350)
“Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih)
Posisi
tidur juga berpengaruh terhadap kesehatan. Tidur berbaring dengan
posisi telentang kurang sehat, sebab menekan atau menyesakkan tulang
punggung, bahkan kadangkala bisa menyebabkan kita ingin ke toilet/WC.
Tidur tengkurap atau menelungkup tidak baik untuk pernapasan. Tidur
dengan bertumpu pada sisi kiri badan (menghadap ke kiri) dapat
menghimpit posisi jantung sehingga sirkulasi darah terganggu dan pasokan
darah ke otak berkurang. Dengan berkurangnya pasokan darah ke otak,
tidur pada posisi kiri dapat pula mengakibatkan kita sering mengalami
mimpi-mimpi tidak baik (nightmares), serta berjalan dalam keadaan tidur
(somnabulisme).
Posisi
tidur terbaik menurut riset ilmiah adalah dengan bertumpu pada sisi
kanan tubuh (menghadap ke kanan). Fakta yang telah diuji melalui riset
medis modern ini bersesuaian dengan anjuran Rasulullah SAW dalam sunnah,
jauh sebelum era riset dan teknologi seperti sekarang. Rasulullah
Muhammad SAW menganjurkan kepada para pengikut beliau untuk tidur
berbaring pada sisi badan bagian kanan. Dalam sunnah, posisi tidur
diusahakan agar kepala menghadap ke utara dan kaki mengarah ke selatan,
sehingga tubuh tidak menolak arus/medan magnet konstan mengaliri sekujur
tubuh dari kutub magnetik utara menuju ke selatan dan berpengaruh baik
terhadap sistem syaraf kita.
“Apabila
engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu
terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710)
Berwudhu
adalah aktivitas untuk membersihkan diri sekaligus memberikan efek
relaksasi. Karena dari hasil penelitian, beberapa tempat yang dilalui
air wudhu dikenal dengan drastic spot. Dimana daerah-daerah drastic
spot ini digunakan oleh orang untuk fokus Hydrotherapy.
Mudah-mudahan
kita bisa mendapatkan tidur yang LUAR BIASA dan BERKUALITAS sehingga
bersemangat dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Quran. Surah Al Qashash ayat 73.
Huriawati Hartanti, dkk. 2002. Kamus Kedokteran Dorland. Jakarta: EGC.
Rahmadhani EZ, 2007. Super Health Gaya Hidup Sehat Rasulullah. Yogyakarta: Pro-U Media.
Kaplan dan Sadock. 1997. Sinopsis Psikiatri Jilid dua. Jakarta: Binarupa Aksara.
Tidur Sehat, Tidur Sunnah oleh M. Irfan Ilmie. disadur dari: http://masmoi.wordpress.com/2010/04/25/tidur-sehat-tidur-sunnah/
NB: Disadur ulang dari blog lama saya, karena blog lama akan segera di non aktifkan.
NB: Disadur ulang dari blog lama saya, karena blog lama akan segera di non aktifkan.

No comments:
Post a Comment